Tuesday, September 13, 2011

Disuruh beli pembalut :(

Adekku Auza bocor. Oke, kalimat itu emang gak cocok banget buat dijadiin pembukaan. But that's the fact.

Karena gak ada orang yang bisa disuruh selain aku, akhirnya mamah ndesek aku sekarang juga buat beli pembalut. Yang duapuluhdelapansentimeter, inget banget guee -_-

Mau tau bentuknya? gini nih:

Baru ngambil kunci aja udah ngebayangin betapa malunya aku disana nanti. Udahlah, positive thingking aja. hhhhhh

Buat keluar rumah diatas jam 9, prosedurnya emang agak rumit. pertama harus lewat dapur, kemudian, pintu dapur dikunci dari luar, kemudian, buka gembok, gembok gerbang dikunci dari luar. Jadi, buat ke supermarket depan rumah, aku harus bawa : 3kunci, uang, handphone, dan mental.

Nyampe di supermarket aku mutar-muter ngelilingin supermarket buat nemuin barang terlarang bagi kaum pria itu dimanaaa yaaa?? aha! ketemu! aku cari-cari yang ukurannya dua puluh delapan sentimeter. Sedikit grogi ngrliatin pembalut-pembalut itu. Aduh, pake harus beli dua bungkus segala lagi ._______.

Aku jalan ke kasir. Menuju perjalanan, aku ditimpa banyak cobaan. Setiap lorong yang aku lewatin ada orangnya. Gak boleh lama-lama, biar orang gak pada curiga. Aku lewat salah satu lorong. Ternyata ada sekeluarga bahagia disana. Dan bapaknyaa, ya bapak dari keluarga itu, ngeliatin aku gak enak sambil ngeliat apa yang aku bawa. Cobaan pertama.

Setelah berhasil melewati lorong pertama, aku melihat penjaga. Eh, pengawas. Eh, apaan ya namanya? gaktau kaya pelayannya tapi pakaiannya beda. Nah si orang dengan pakaian yang berbeda itu, ngeliatin aku gak enak juga. Aduh, cobaan kedua nih .______.

Selesai sudah cobaan kedua. Tiba saatnya aku memilih kasir. Pilihannya harus tepat agar aku tidak seberapa grogi. Dan terpilihlah, kasir yang paling kiri yang antirannya cuman satu orang. Setelah ngantri dibelakangnya, tiba-tiba seorang wanita tanpa dosa jalan menuju bapak itu dengan beberapa belanjaan di trolli. Astaghfirullahaladzim. hanya kata itu yang dapat terucap. Ternyata, Ibu itu adalah istri bapak yang lagi antri. Menunggu. Ya, hanya menunggu lama dan diliatin orang banyak lah yang terjadi saat itu.

Setelah selesai semua barang belanjaan buat pengusaha restoran terbesar di Indonesia karena belanjaannya gak kira-kira itu selesai, saya agak merasa lega sedikit melihatnya. Setelah bapaknya mengeluarkan kartu kredit, bermasalah, mbaknya lari sana-sini cari pertolongan,...,...,.. aaaah! Derup jantungku berjalan lebih cepat dari yang sebelumnya. Astaghfirullahaladzim. Ya, hanya kata itu yang dapat terucap untuk kedua kalinya.

Selesai bayar, dikresekin, dan pulang. Alhamdulillahirrabilalamin. Sekarang senyum mulai merekah di bibirku.

Emang banyak cobaan buat bantuin orang lain. Tapi, senang rasanya bisa membantu untuk hal yang mustahil dilakukan. Tugas selesai dikerjakan.
Mustahil kek, enggak kek, pokoknya bantuin orang lain itu hal yang terpenting dalam hidup.


wassalamualaikum :)


3 comments:

  1. hahaha.. lebih bagus kalo fotonya gag ikutan deh kak,, lucuu juga sii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. post without picture itu serasa sayur tanpa garam. haha. kecuali karna tulisannya emang uda bagus like you did :)

      Delete
  2. hahahaha, ur such a nice brother. pasti si adik yg bocor itu ga bakalan lupa sampai seumur hidup :p

    ReplyDelete